Thursday, November 4, 2010

Noam Chomsky: Serangan AS ke Afghanistan Tindakan Ilegal

Ilmuwan terkenal Yahudi-Amerika Noam Chomsky mengatakan serangan AS ke Afghanistan adalah ilegal karena sampai saat ini tidak ada bukti yang kuat bahwa al-Qaidah telah melakukan serangan 9/11.

"Motif eksplisit dan menyatakan perang [Afghanistan] adalah untuk memaksa Taliban untuk menyerahkan kepada Amerika Serikat, orang-orang yang mereka tuduh terlibat dalam serangan World Trade Center dan Pentagon yang dianggap tindakan teroris. Taliban ... mereka minta bukti ... dan pemerintahan Bush menolak untuk memberikan bukti apapun," kata akademisi senior 81 tahun membuat pernyataan di Press TV program A Simple Question.

Kami kemudian menemukan salah satu alasan mengapa mereka tidak membawa bukti-bukti: karena mereka tidak punya."

Analis politik ini juga mengatakan bahwa tidak adanya bukti, seperti dikonfirmasi oleh FBI delapan bulan kemudian.

"Kepala FBI, setelah penyelidikan internasional yang paling intens dalam sejarah, memberikan informasi kepada pers bahwa FBI percaya bahwa plot mungkin telah menetas di Afghanistan, tapi mungkin diterapkan di Uni Emirat Arab dan Jerman."

Chomsky menambahkan bahwa tiga minggu setelah perang," seorang perwira Inggris mengatakan bahwa AS dan Inggris akan terus melakukan pengeboman, sampai rakyat Afghanistan menggulingkan Taliban ... Dan hal itu kemudian berubah menjadi pembenaran resmi untuk perang Afghanistan."

"Semua ini benar-benar ilegal. Tindakan ini lebih merupakan perbuatan kriminal," kata Chomsky.

Pada tahun 2001 invasi pimpinan Amerika di Afghanistan diluncurkan dengan tujuan resmi membatasi gerak taliban dan membawa perdamaian dan stabilitas negara Afghanistan.

Sembilan tahun berlalu, namun para pejabat Amerika dan Afghanistan mengakui bahwa negara tetap tidak stabil dan warga sipil tetap membayar harga terberat dengan banyaknya jatuh korban jiwa dari mereka. (fq/prtv)


http://www.eramuslim.com/berita/dunia/noam-chomsky-serangan-as-ke-afghanistan-tindakan-ilegal.htm

No comments:

Post a Comment