Tuesday, April 26, 2011

14.000 Warga Irak Hilang Sejak Invasi AS Tahun 2003

Kementerian Hak Asasi Manusia Irak mengungkapkan bahwa lebih dari 14.000 warga Irak telah hilang sejak invasi tahun 2003 pimpinan AS.

"Kami telah mendaftarkan nama-nama lebih dari 14.025 orang, yang telah hilang sejak tahun 2003," kata seorang pejabat kementerian Arkan Kamel pada hari Senin kemarin (25/4), dikutip dalam laporan AFP.

"Sampai sekarang, kami hanya menemukan tujuh orang dari nama-nama yang terdaftar dalam kondisi meninggal," tambahnya.

"Orang-orang yang hilang orang adalah mereka yang hilang selama operasi perang, ledakan dan serangan terorisme," jelasnya.

Washington sendiri telah memimpin sekutu dalam invasi ke Irak dengan dalih bahwa negara itu memiliki senjata pemusnah massal (WMD).

Namun, kemudian ditemukan bahwa Irak sama sekali tidak memiliki senjata pemusnah massal.

Lebih dari satu juta warga Irak harus tewas akibat tindak kekerasan sebagai akibat pendudukan pasukan sekutu, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh kelompok jajak pendapat bergengsi Inggris, Opinion Research Business.

Militansi dan terorisme terus merajalela di Irak delapan tahun setelah invasi pimpinan Amerika dan sampai sekarang masih bertahan meskipun masih adanya kehadiran hampir 50.000 tentara AS di negara yang dilanda perang itu.

Namun, pasukan Amerika dijadwalkan untuk sepenuhnya mundur dari Irak pada akhir tahun berjalan sesuai dengan kesepakatan bilateral, meskipun pejabat AS baru-baru ini mengintensifkan kampanye mereka untuk memperpanjang kehadiran militer AS di negara kaya minyak itu.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates baru-baru ini mengunjungi Irak untuk memohon untuk penyebaran pasukan Amerika terus ke negara di luar batas waktu penarikan Desember 2011.

Selain itu, AS Ketua Gabungan Kepala Staf Mike Mullen juga mengatakan pekan lalu bahwa Washington akan tetap menempatkan beberapa tentara Amerika di negara itu" dengan mengklaim bahwa hal itu adalah permintaan dari Baghdad.

Pejabat Senior Irak, bagaimanapun, telah berulang kali bersikeras bahwa mereka tidak menginginkan lagi kehadiran militer Amerika di negara itu dan tanggal penarikan pasukan Amerika harus berlaku sesuai jadwal.(fq/prtv)


http://www.eramuslim.com/berita/dunia/14-000-warga-irak-hilang-sejak-invasi-as-tahun-2003.htm

No comments:

Post a Comment